Selasa, 23 November 2010

pekerjaan pembuat depresi

0 komentar


Kerja...kerja...dan kerja. Setiap manusia di zaman yang semakin keras ini wajib bekerja. Baik itu bekerja dirumah maupun di kantor. Baik itu bekerja sendiri(berbisnis) atau ikut orang lain. Ya semua itu tergantung plihan sich. Tapi tahukah anda, pekerjaan merupakan faktor penyumbang terbesar angka kesetresan seseorang. Di dunia ini ada 10 profesi yang mempunyai rating tertinggi dalam menyumbang stres. 

Perawat pribadi/ pengasuh anak-anak

Dari judulnya aja udah bikin eneg. Ya merawat termasuk pekerjaan yang banyak menimbulkan stres. Pekerjaan ini menyumbang banyak untuk kestresan. Gimana g stres? Tiap harinya harus memandikan, merawat, memberi makan, mengawasi anak ketika bermain. Pekerjaan ini membutuhkan perhatian dan tingkat ketidak jenuhan yang tinggi. Disamping itu, rata-rata anak-anak sangat sulit di nasehati dan dikendalikan.
Hal ini akan berlaku sama saat merawat manula. Mereka biasanya cerewet, serba memerintah suka mengeluh dan bercerita panjang lebar.maka tak heran jika rata2 perawat rumahan mudah stres.


Penyaji makanan

Pekerjaan ini membuat stres karena minimnya gaji yang diterima, ditambah komplain yang kadang sering dilakukan oleh pelanggan. Dan diperparah lagi dengan banyaknya masalah yang terjadi.

Pekerja sosial

Pekerjaan ini memang mulia. Tapi rata-rata mereka harus berkorban lebih demi pekerjaannya. Pekerjaan ini tak kenal waktu, kadang malam-malam dipanggil, kadang juga dalam satu minggu jarang ada liburan. Pokoknya pengabdian masyarakat banget.


Pekerja kesehatan

Pekerja kesehatan termasuk dokter, perawat bahkan bagian mayat kadang pula banyak menderita stress. Dengan jam kerja yang tak tentu (mengingat pasien datang dan pergi kapanpun), di tambah dengan panjangnya waktu kerja (apalagi kalau ada operasi). Disamping itu, wajar jika terjadi stres karena setiap hari merekan disuguhkan dengan orang-orang trauma, orang-orang sakit bahkan sering kematian mereka jumpai setiap hari.


Artis, penghibur

Kayaknya mustahil mereka mengalami stres. Tapi itulah yang sering terjadi. Dengan jam kerja/syuting yang tak tentu, gaji yang naik turun, dan kadang kalau full, maka hampir g ada waktu istirahat. Disamping itu, mereka kadang harus terisolasi guna menjaga keselamatan dari berbagai fans, paparazi dll.


Penulis, author

Penulis kadang memiliki jam kerja yang tidak pasti. Dan kadang harus tidak tidur gara-gara mengejar target tulisan,harus benar-benar memeras idenya atau kadang naskah tertolak oleh penerbit. Pokoknya masalah tersebut hampir sama dengan yang digeluti author. Author memang kadang bermacam-macam tapi kemiripan mereka adalah selalu di kejar jam tayang.


 Guru

Si pahlawan tanpa tanda jasa. Profesi ini berkontribusi juga dalam menyebabkan depresi. Guru tiap hari banyak disibukkan oleh murid-muridnya yang kebanyakan masih kecil hingga remaja. Selain itu, guru tiap harinya harus mendapatkan ilmu pengetahuan atau bahasan yang baru untuk diajarkan, belum lagi mengkoreksi ujian, mengkoreksi PR, kadang pula kalau suatu sekolah sedangmengejar standart tertentu, maka tak urung guru menjadi korbannya.


Pekerja Lapangan

Pekerjaan ini kadang menunggu suatu masalah, atau kadng maintenance setiap hari. Tapi kalau sedang ada masalah mau tak mau mereka harus bisa menyelesaikannya. Hah, memang hal ini berat, kadang libur menjadi hari kerja, atau kadang hari kerja menjadi libur. Belum lagi kalau suatu mesin atau alat terjadi overhaul.


Penasehat keuangan/akuntan

Stres sering terjadi dalam pekerjaan ini. Tanggung jawabnya besar sekali karena sangat menentukansuatu kebijakan yang diambil dalam masalahnya berdasarkan keuangan. Disamping itu, mereka harus up to date mengenai perkembangan pasar.


Sales

Pekerjaan ini kadang terasa membosankan. Harus kesana-kemari, menawarkan barang. Iya kalau laku kalau g laku?? Untuk masalah gaji sendiri, kadang gaji sales berdasarkan jumlah barang yang di jual. Untuk itu keahlian berdagang dan menarik hati orang serta percaya diri sangat dituntut demi keberhasilan pekerjaan ini. Kadang pula waktu kerjanya tak tentu.
Sumber : health.com

0 komentar:

Posting Komentar