Jumat, 24 September 2010

Langsing Dengan Bumbu

0 komentar

Anda sedang mencanangkan pola makan yang sehat? Sudahlah, tak perlu ribet memikirkan harus makan apa hari ini. Karena pada dasarnya, bumbu masak yang kerap kita gunakan sudah mengandung bahan-bahan yang bisa meningkatkan metabolisme atau membakar lemak. Enggak percaya? Coba buktikan bahwa lima bumbu masak berikut tidak hanya membuat hidangan menjadi lezat, tetapi juga membantu Anda jadi lebih langsing.

1. Kayu manis
Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Diabetes Care tahun 2003, terlihat bahwa mengonsumsi satu sendok teh bubuk kayu manis sehari bisa mendorong kemampuan tubuh menurunkan berat badan. Caranya dengan mengurangi kadar gula darah dan mendukung pemrosesan karbohidrat secara lebih sehat. Kayu manis juga bisa menurunkan kadar kolesterol jahat hingga 7 - 27 persen, dan total kolesterol ingga 12 - 26 persen.
Di samping itu, kayu manis juga terbukti mampu mencegah sindrom metabolik yang umum terlihat pada pasien pra diabetik. Namun jangan asal menyuapkan sesendok kayu manis, karena bumbu ini ternyata juga mengandung senyawa kimia yang disebut coumarin. Senyawa ini bisa menyebabkan kerusakan hati jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

2. Cabai rawit
Bahan utama dalam cabai, yaitu capsaicin, juga ditemukan dalam lada atau merica. Bahan ini sudah lama dikenal akan kemampuannya membakar lemak dan fungsi thermogenik (yang mendorong sistem saraf pusat untuk memproduksi panas dalam tubuh, dan menyebabkan peningkatan pembakaran lemak).
Menurut Nicholas Perricone, MD, dalam bukunya yang berjudul The Perricone Weight-Loss Diet, capsaicin bertindak sebagai penekan nafsu makan. Sederhananya, seperti yang dipikirkan setiap orang, rasa pedas itu menyebabkan orang enggan makan terlalu banyak, sehingga mendukung program diet Anda. Tetapi tampaknya hal ini hanya dialami orang yang tidak suka pedas, ya? Sebab jika Anda penggemar cabai, rasa pedas itu justru menambah selera makan.
Dalam studi yang dimuat di Journal of Obesity lalu dikatakan pula bahwa bumbu ini meningkatkan oksidasi lemak, sehingga meningkatkan pengeluaran energi, dan menstimulasi aktivitas oleh sistem saraf simpatik yang membantu tubuh untuk menyingkirkan kelebihan lemak.

3. Lada hitam
Lada hitam punya beragam manfaat kesehatan, di antaranya untuk meningkatkan pencernaan dan membantu penyerapan nutrisi dalam jaringan di seluruh tubuh. Komponen utamanya, piperine (yang memberikan rasa pedas pada lada), mendorong metabolisme lemak hingga 8 persen beberapa jam setelah Anda mencernanya.

4. Biji sesawi
Biji sesawi hitam adalah bahan baku mustar. Seperti bumbu-bumbu lain dalam daftar ini, mustar yang pedas membantu mendorong metabolisme dan memungkinkan Anda membakar lemak lebih cepat, berkat fungsi thermogeniknya. Para peneliti di Oxford Polytechnic Institute, Inggris, baru-baru ini menemukan bahwa mengonsumsi satu sendok teh mustar pedas bisa mendongkrak metabolisme hingga 20-25 persen beberapa jam setelah makan. Hasilnya, jika Anda mengonsumsi makanan sejumlah 700 kalori, terjadi tambahan pembakaran sebanyak 45 kalori.

5. Jahe
Selain digunakan sebagai bumbu masak, jahe juga sering dinikmati sebagai wedang jahe, yang dikenal sebagai pelega tenggorokan. Yang belum Anda ketahui, jahe ternyata juga merupakan bahan diuretik yang efektif. Jahe meningkatkan mobilitas lambung, mendorong makanan dan sisa makanan melalui sistem pencernaan, serta menghambat penyerapan kolesterol. Mayo Clinic mengatakan butuh penelitian lebih lanjut mengenai hal ini, namun bukti-bukti sebelumnya menunjukkan bahwa bumbu ini membantu meningkatkan metabolisme.
Sumber:http://www.kompas.com

0 komentar:

Posting Komentar