Jumat, 16 September 2011

superfoods from the sea

0 komentar
Sea vegetables are not common staples in the Standard American Diet, but they have been enjoyed for thousands of years in the Asian diet. Whether sea vegetables are brown, green, purple or red, they all contain a number of beneficial nutrients such as vitamins A, C, E, B complex, including B12, as well as calcium, magnesium, potassium, iron and trace minerals. Some sea veggies even provide protein, fiber and omega-3 fatty acids.

Sea vegetables are high in natural sodium, but when balanced with potassium, calcium, phosphorus, magnesium, iron and many other critical trace minerals present in these nutrient-rich foods, they provide an optimal nutrient profile for promoting vibrant health. Many sea vegetables are also an excellent source of iodine and vitamin K.

Sea vegetables are not just prized in Asian cuisine, but also by medical researchers due to the discovery of their high fucoidan content. Fucoidans are unique, starch-like (polysaccharide) molecules that promote healthy responses to inflammation.

Improve Iron Absorption
Sea vegetables also contain both iron and vitamin C, which is an important combination that allows for improved absorption of iron in the body since vitamin C improves the bioavailability of iron from plants. In fact, Mediterranean cultures have a healthy habit of using freshly squeezed lemon juice and olive oil over dark green leafy vegetables, which enhances flavor as well as iron absorption.

Different Types
Some of the most common sea vegetables include Nori, Hijiki, Kombu, Wakame, and Arame, which are all distinctly beneficial for maintaining vitality. Here’s a closer look at the nutrients each one provides:

Nori: You’ve probably eaten nori before as it is most commonly used to make sushi rolls. Nori is high in iodine and vitamin C. It also contains protein and B12 – a much needed vitamin for those who have issues with nutrient absorption or who consume little to no animal products.

Hijiki: Black and stringy with a strong flavor, Hijiki is especially high in calcium.

Kombu: A type of kelp rich in fucoidans, which help reduce inflammation, promote healthy blood flow and offer cardiovascular benefits. Just a quarter cup of kelp provides over 250 percent of your daily value of iodine and over 30 percent of your daily requirement for vitamin K.  It is also rich in folate and magnesium.

Wakame: Often used in Japanese miso soup, Wakame provides excellent amounts of calcium, magnesium, fiber, and potassium.

Arame: Sweeter and milder in taste than many others, it is a good source of potassium, which promotes healthy heart and muscle function.

Promote Healthy Detoxification
The health benefits of sea vegetables are especially unique and powerful, as they also contain compounds called alginates. Sodium alginate, found in kelp, has the ability to bind to toxins, heavy metals and dangerous radioactive particles. Certain forms of sodium alginates have the ability to bind to toxins in the digestive tract and prevent them from being reabsorbed by the body. When combined with modified citrus pectin, modified sodium alginates offer natural detoxification that is both gentle and highly effective in removing harmful heavy metals, environmental toxins and radioactive particles from the body. The combination of pectin and alginates is a powerful strategy for natural detoxification, as these two ingredients function together to bind to toxins and allow your body to safely excrete them without depleting levels of essential vitamins and minerals.
 
kombu's picture :
 
Nori picture : 

hijiki picture :


Sabtu, 06 Agustus 2011

makanan yang dilarang dalam berbagai penyakit

0 komentar
   Pernahkah anda sakit? pasti semua oragn akan menjawab "iya pernah". sakit pada umumnya bermacam-macam sebab dan jenisnya. ada Sakit jantung, tifus, dan ada juga sakit hati :D. biasanya ada beberapa makanan atau minuman yang harus dihindari dalam suatu penyakit. berikut adalah list makanan-minuman yang harus dihindari sementara selama sakit masih menyerang yang dikutip dari eHow dan BBCNews, healthandage, Kamis (11/3/2010).

   1. Penyakit Jantung
Hindari makanan berlemak, Seperti daging, jeroan, minyak santan. kedua, hindari makanan yang mengandung banyak garam.

   2. Hepatitis A
Hidari konsumsi buah-buahan dan sayuran mentah, terutama yang tidak bisa dikupas.
Hindari kerang mentah, tiram, remis, mayones, keju, krim, yogurt,dan hindari makan Ikan dari perairan yang berpotensi terkontaminasi.

   3. Anemia (Penyakit/gejala kurang darah)
Kurangi konsumsi kafein dan alkohol, karena dapat mengikat darah. sebaiknya memakan makanan yang kaya zat besi seperti apel, pisang, aprikot, plum, asparagus, labu, ubi rambat (ketela), brokoli dan sayuran berdaun Hijau, daging merah, tahu, serta biji-bijian.

   4. Diabetes
Hindari makanan yang banyak mengandung gula, tepung dan tinggi karbohidrat. hindari juga buah-buahan seperti durian dan pisang ambon. untuk minuman, kurangi mengkonsumsi air kelapa.

   5. Kanker
Hindari makanan yang banyak mengandung akrilamida, yang biasanya terdapat pada makanan yang dipanggang dan digoreng seperti kentang goreng, keripik, roti goreng, biskuit, kerupuk, dan sarapan sereal.

   6. Liver
Hindari makanan yang mengandung banyak Protein seperti daging, susu, kacang-kacangan, dan produk dari kedelai. Hindari juga makanan yang banyak mengandung garam.

   7. Asma
Hindari makanan yang menyebabkan produksi lendir berlebih seperti susu, keju, dan Produk Olahan susu lainnya. Hindari/kurangi konsumsi gula putih, tepung putih, roti putih dan coklat. Hindari juga makanan yang dapat menyebabkan reaksi alergi seperti telur, susu, gandum, ikan, kerang, kacang-kacangan, kedelai, dan kacang tanah, serta hindari makanan yang mengandung sulfida seperti acar, sayuran dan buah-buahan kering, serta udang.

   8. Maag
Hindari makanan pedas, hindari konsumsi kafein, susu, jeruk, dan tomat. Untuk minuman hindari minuman yang berkarbonasi.

   9. Migrain
Hindari konsumsi rokok, minuman beralkohol, kopi, cokelat,  produk-produk cokelat, teh hitam,teh hijau dan minuman ringan. Hindari juga makanan dengan bahan pengawet dan aditif seperti MSG ((monosodium glutamat), kaldu ekstrak, atau produk protein nabati terhidrolisis dengan label yang menyebutkan "rasa alami".

   10. Wasir
jangan makan makanan yang bersifat panas dan mengandung Lemak (penyebab sembelit) seperti makanan pedas, daging, jeroan, dan juga junk food. makanlah makanan yang banyak mengandung serat, seperti sayuran, roti gansum, buah, sereal, dan kacang-kacangan.

   11. Sinusitis
Hindair makanan yang digoreng, tepung makanan, gula putih, tepung terigu, beras, pai, rempah-rempah yang kuat, daging, dan produk dari daging.

   12. Autis
Hindari makanan yang mengandung protein gluten seperti gandum, oat, barley, makanan kasein pada susu, pancake, pemanis buatan.

   13. Rematik
Hindari makanan yang banyak mengandung lemak seperti daging dan produk dari daging. hindari kerupuk jengkol, mentega, krim, sosis, daging ham, telur, dan semua produk susu. sangat tidak disarankan mengkonsumsi jeroan.

   14. Tifus
Hindari makanan berserat tinggi seperti gandum utuh dan biji-bijian. juga hindari kacang mete mentah, kubis, paprika, lobak, bawang putih, bawang merah, rempah-rempah, acar, makanan yang digoreng, daging, semua jenis buah-buahan mentah kecuali pisang dan pepaya.

   15. Malaria
Hindai makanan seperti kopi, teh kental, makanan olahan, saus, bumbu masak, acar, gula, tepung putih, minuman beralkohol, dan semua produk daging.

   16. Keputihan
Hindari makanan yang dapat merangsang lendir seperti nanas, ketimun, telur, dan udang.

   17. Osteoporosis
Hindari makanan berlemak seperti daging, susu, santan, margarin, hotdog, hamburger, kopi ,dan coklat. hindari minum minuman yang berkafein dan berkarbonasi.

   18. Epilepsi
Hindari makanan yang mengandung Glutamin ( asam amino yang dapat menyebabkan epilepsi) seperti biji-bijianm gandum, oat, susu yang berkadar glutamin tinggi, kacang-kacangan, kedelai, dan produk daging terutama daging kelinci.

   19. Demam Berdarah
Hindari makan makanan cepat saji (junk food), makanan berlemak seperti daging, santan, susu tinggi lemak. perbanyaklah mengkonsumsi buah terutama jambu merah dan air putih.

   20. Prostat
Hindari minuman berkafein seperti kopi, makanan pedas, makanan berlemak terutama daging merah, dan juga alkohol.

sumber : kaskus.us, mengalami penambahan berdasarkan pengalaman pribadi.

Minggu, 26 Juni 2011

Manfaat Buah Dan Biji Mahoni

2 komentar
   Mahoni adalah salah satu tumbuhan jenis kayu-kayuan yang berasal ari Afrika dan Hindia barat. Pohon mahoni sering tumbuh di daerah yang berpasir payau yang biasanya berdekatan dengan pantai. Pohon mahoni juga sering di temui di hutan jati dan sekarang sering ditemui di pinggir jalan raya sebagai pohon pelindung.

   Selama ini, bagian dari pohon mahoni yang banyak digunakan hanya batang pohon yang biasa digunakan sebagai bahan furniture, sedangkan bagian buah khususnya buahnya sangat jarang termanfaatkan. padahal, buah mahoni mengandung zat bernama flavonids dan saponins. dimana Flavonolds sendiri dikenal memiliki khasiat untuk melancarkan peredaran darah sehingga para penderita penyakit yang menyebabkan tersumbatnya aliran darah disarankan untuk mengkonsumsi zat ini. selain itu, Flavonolds juga bisa untuk mengurangi kolesterol, mengurangi penimbunan lemak pada saluran darah, mengurangi rasa sakit,mengurangi pendarahan dan lebam, serta dapat menjadi antioksidan untuk menangkal radikal bebas.yang kedua, Saponins. Saponins memiliki beberapa khasiat diantaranya dapat mencegah penyakit sampar, dapat juga mengurangi lemak pada badan, membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah pembekuan darah, menguatkan fungsi hati dan memperlambat proses pembekuan darah.

gimana semakin banyak manfaatnya kan?
tapi rasanya tak sayang bila tidak kenal. nah karakteristik atau penampakan buah mahoni ini adalah buah masih bewarna hijau ketika muda, sedangkan kalau sudah tua berwarna cokelat.secara umum, bentuk buah mahoni adalah bulat telur, dan berlikuk lima. buah mahoni memiliki biji yang pipih dan ujungnya agak tebal bewarna coklat atau hitam. apabila buah sudah tua, kulit buah mahoni akan terpecah dan biji-bijinya akan terbang tertiup angin. dari biji-biji kecil inilah pohon mahoni yang baru akan tumbuh.

   Nah dari penjabaran tersebut, buah mahoni memiliki beberapa khasiat sebagai obat beberapa penyakit diantaranya adalah penyakit tekanan darah tinggi(Hipertensi), Kencing manis (Diabetes militus), Kurang nafsu makan, Rematik, Demam, Masuk angin, Ekzema dan lain-lain.

Cara Pemakaian buah mahoni sebagai Obat :

1. Tekanan darah tinggi(Hipertensi)

cara pertama : 8 gram biji segar pohon mahoni diseduh dengan 2 gelas air panas. setelah dingin disaring lalu dibagi menjadi 2 bagian. diminum saat pagi dan sore hari.

cara kedua : setengah sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan setengah cangkir air panas, tambahkan 1 sendok makan madu. minum pada waktu hangat-hangat, lakukanlah 2 sampai 3 kali sehari.

2. Kencing manis (Diabetes militus)

seduhlah setengan sendok teh serbuk biji mahoni dengan sepertiga cangkir air panas. minumlah selagi hangat, 30 menit sebelum makan. lakukanlah 2 sampai 3 kali sehari.

biasanya pengunaan biji mahoni ini untuk pengobatan kencing manis tidak dibarengi dengan obat alami kencing manis lainnya seperti hewan undur-undur.

3. Kurang nafsu makan

kurang nafsu makan sering sekali terjadi pada anak-anak.untuk mengobatinya,cobalah memakai biji mahoni sebagai solusi alternatif.pemakaiannya sebagai berikut :

setengah sendok teh serbuk mahoni diseduh dengan sepertiga cangkir air panas, tambahkan 1 atau 2 sendok makan madu. minumlah selagi hangat, lakukan 2 sampai 3 kali sehari.

4. Demam, masuk angin

cara pemakaian : seduhlah setengah sendok teh serbuk biji mahoni dengan seperempat cangkir air panas, lalu tambahkan satu sendok makan madu. minumlah selagi hangat, lakukan dua sampai tiga kali sehari.

nah, pengobatan alami mengunakan biji dan buah mahoni mungkin patut dicoba sebagai alternatif pengobatan alami.







Gambar Pohon mahoni saat bibit

Gambar Pohon mahoni


 Gambar Buah Mahoni


Gambar buah Mahoni Kering

Minggu, 24 April 2011

Cara menghidari dan mengurangi efek samping Obat

0 komentar
 Kalau di postingan saya yang terdahulu tentang efek samping Obat, g kebayang kan? obat yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan, justru dapat berbalik aran melemahkan bahkan sampai menyebabkan kerusakan fatal pada tubuh dan jiwa. nah, obat memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia dewasa ini, semakin kita berkembang, semakin ke era moderenisasi, gaya hidup akan semakin tidak seimbang sehingga obat menjadi suatu kebutuhan pokok. 
  Lantas bagaimana kita dapat menghindari efek samping suatu Obat atau minimal menggurangi efek samping nya? berikut ada beberapa ulasan hasil blog walking dari klik blog yang tentunya sudah saya kemas dengan gaya sendiri, semoga bermanfaat.

Tips-tips menghindari dan mengurangi efek samping Obat.

1. Kurangi Pemakaian Obat.
Ini adalah Tips yang terbukti ampuh. mengurangi bukan berarti mengkonsumsi dengan dosis setengah atau seperempat. mengurangi disini bisa berupa mengurangi keseringan pengonsumsiannya atau bisa juga hanya mengkonsumsi obat disaat-saat genting (sakit parah). mengenai keberhasilannya, tergantung pribadi masing-masing. Apakah bisa atau tidak.

2. Cari Alternatif atau Subtitute pengobatan lain.
Hal kedua adalah mencari pengganti Obat yang kita konsumsi. biasanya, kita akan mencari pengobatan herbal atau obat lain yang resiko efek sampingnya kecil tetapi memiliki khasiat yang sama seperti yang kita inginkan. cara ini juga boleh dicoba.

3. Baca dosis dan aturan Pakai.
Dosis adalah suatu kekuatan obat. bacalah dosis dengan cermat ketika anda akan mengkonsumsi obat. Bila dokter memberi setengah maka anda harus memakai setengah tidak boleh berlebihan, begitu juga saat dosisnya penuh maka anda harus mengkonsumsi penuh.

4. Lihat tanda peringatan.
misalnya obat x akan menyebabkan mengantuk. maka jangan anda minum saat anda akan berkendara atau sedang dalam perjalanan.Anda harus melihat peringatan ketika hendak mengkonsumsi suatu obat, lalu sesuaikan dengan kondisi anda, apakah boleh atau berbahaya.

5. Ketahui Efek samping Obat.
bagaimana anda akan menghindari jika efek samping aja tidak tahu. oleh karena itu, pengetahuan akan efek samping obat yang akan anda konsumsi sangatlah perlu. karena jenis obat bermacam-macam, hal ini untuk mencegah salah konsumsi pada suatu obat.

6. Beritahu Dokter tentang Kondisi anda.
Biasanya, terdapat tanda peringatan tentang dilarangnya konsumsi suatu obat, oleh karena itu beritahu dokter tentang kondisi anda, misalnya sedang hamil, memiliki alaergi, menderita penyakit diabetes, penyakit pernafasan atau hipertensi dan sedang mengkonsumsi obat lain. hal ini merupakan kondisi umum yang perlu anda beritahukan untuk mencegah adanya komplikasi.

Efek samping Obat

0 komentar
Pernah kah terbayang dalam benak anda, tentang obat yang anda konsumsi khususnya obat-obatan kimia?. tentang kandungan yang terdapat didalamnya. dan tentang efek sampingnya?. tiap obat memiliki efek samping yang bermacam-macam yang tergantung dari interaksi obat tersebut terhadap sasaran. biasanya pada kemasan obat akan tertera efek sampingnya. dan untuk memahami secara keseluruhan mari kita simak tentang hal-hal berikut :

Contoh Efek samping obat yang biasa terjadi :
1. keguguran 
2. Ketagihan, terjadi efek samping dari obat penenang dan analgesik seperti diazepam juga morfin.
3. Kerusakan janin.
4. Pendarahan Usus, seperti efek samping pada Aspirin.
5. penyakit kardiovaskular.
6. Tuli dan gagal ginjal, seperti efek samping pada antibiotik gentamisin.
7. Depresi, akibat interferon.
8. Diabetes, biasanya disebabkan oleh obat-obatan Psikiatrik neuroleptik.
9. Kematian, pada Propofol.
10. Diare, pada penggunaan orlistat.
11. Disfungsi Ereksi, efek samping dari obat antidepresian
12. Deman, akibat vaksinasi.
13. Glaukoma, akibat tetes mata kortikosteroid
14. Rambut rontok dan anemia, karena kemoterapi.
15. Hipertensi (tekanan darah tinggi), akibat mengkonsumsi Efedrin.
16. kerusakan hati, akibat parasetamol dan interferon.
17. mengantuk.
18. Stroke dan serangan jantung.

Nah hal-hal diatas merupakan efek samping dari pemakaian suatu obat, ada yang ringan bahkan ada yang fatal. oleh karena itu, kita sebagai pemakai hendaknya paham betul resiko/efek samping suatu obat, agar tiada penyesalan di kemudian hari.