Penyebab Perdagangan Organ Tubuh
Berkembangnya
Teknologi di bidang Kedokteran
(Teknologi
Transplantasi)
Teknik transplantasi, dimungkinkan untuk
memindahkan suatu organ atau jaringan tubuh manusia yang masih berfungsi baik,
baik dari orang yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, ke tubuh manusia
lain.
Dalam penyembuhan suatu penyakit, adakalanya transpalntasi tidak dapat
dihindari dalam menyelamatkan nyawa si penderita. Dengan keberhasilan teknik
transplantasi dalam usaha penyembuhan suatu penyakit dan dengan meningkatnya
keterampilan dokter – dokter dalam melakukan transplantasi, upaya transplantasi
mulai diminati oleh para penderita dalam upaya penyembuhan yang cepat dan
tuntas.
Sejarah
dan Perkembangan Transplantasi
John Hunter ( 1728 – 1793 ) diduga
adalah pioneer bedah eksperimental, termasuk bedah transplantasi. Dia mampu
membuat criteria teknik bedah untuk menghasilkan suatu jaringan trnsplantasi
yang tumbuh di tempat baru. Akan tetapi sistim golongan darah dan sistim
histokompatibilitas yang erat hubungannya dengan reaksi terhadap transplantasi
belum ditemukan.
Pada abad ke – 20, Wiener dan
Landsteiner menyokong perkembangan transplantasi dengan menemukan golongan
darah system ABO dan system Rhesus. Saat ini perkembangan ilmu kekebalan tubuh
makin berperan dalam keberhasilan tindakan transplantasi.
Perkembangan teknologi
kedokteran terus meningkat searah dengan perkembangan teknik transplantasi.
Ilmu transplantasi modern makin berkembang dengan ditemukannya metode – metode
pencangkokan, seperti :
a. Pencangkokkan arteria mammaria internal di dalam operasi lintas koroner olah
Dr. George E. Green.
b. Pencangkokkan jantung, dari jantung kera kepada manusia oleh Dr. Cristian
Bernhard, walaupun resepiennya kemudian meninggal dalam waktu18.hari.
c. Pencakokkan sel – sel substansia nigra dari bayi yang meninggal ke penderita
Parkinson oleh Dr. Andreas Bjornklund.
Awal 1900-an
Eksperimen
transplantasi paling penting dilakukan pada awal abad ke-20 oleh ahli
bedah dari Perancis, Alexis Carrel. Dia mulai bereksperimen dengan
transplantasi pembuluh darah arteri dan vena. Carrel juga orang pertama yang
mengidentifikasi masalah penolakan (rejection) transplantasi, dilema yang
menghadang banyak ilmuwan dan dokter.
Pertengahan 1900-an
Pada tahun
1954, Dr. Joseph Murray melakukan transplantasi ginjal pertama dengan sukses.
Prosedur tersebut, yang mentransfer sebuah ginjal dari salah satu kembar
identik ke kembarannya yang lain, berhasil karena orang kembar berbagi gen yang
sama dan tubuh pasien tidak menolak ginjal yang baru. Pada tahun 1962, dengan
mengikuti prosedur ini dia berhasil melakukan transplantasi ginjal dari orang
yang sudah meninggal ke yang masih hidup untuk pertama kali. Dengan menggunakan
obat imunosupresif selama operasi, Murray berhasil menghentikan penolakan
ginjal baru oleh tubuh pasien.
Organ
utama lain yang sering ditransplantasikan adalah paru-paru yang dilakukan
pertama kali pada tahun 1962 oleh James Hardy, dari Mississippi, AS.Paru-paru
diambil dari donor yang sudah meninggal dan dicangkokkan ke tubuh pasien yang
menderita kanker paru-paru.Resipien atau penerima donor bertahan hidup selama
18 hari sebelum akhirnya gagal ginjal. Seorang dokter Colorado juga berusaha
melakukan transplantasi hati pada tahun yang sama, tapi harus menunggu sampai
1967 untuk mencapai keberhasilan. Transplantasi jantung pertama dilakukan pada
tahun 1967 oleh Christian Barnard di Afrika Selatan, namun penerima donor juga
meninggal 18 hari kemudian.
Masa kini
Rasio
keberhasilan transplantasi moderen dapat dikaitkan dengan cyclosporine, salah
satu obat imunosupresan. Dirancang untuk mengurangi sistem kekebalan tubuh,
cyclosporine membantu tubuh beradaptasi dengan jaringan baru hasil
transplantasi. Pada tahun 1980, FDA (BPPOM Amerika), menyetujui penggunaan obat
yang dinamakan Viaspan untuk membantu orang dengan transplantasi hati agar
dapat hidup lebih lama. Pada tahun 1992, transplantasi dari baboon ke manusia
berhasil dilakukan. FDA sedang menguji obat yang dinamakan Cylex, yang dapat
mengurangi infeksi pada pasien pasca operasi.
Banyaknya
Permintaan Organ tiap tahun
Permintaan Organ tubuh tiap tahun
mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data dari organdonor.gov,
sebuah situs donor resmi pemerintah U.S, disebutkan bahwa antara tahun 1988 –
2010 jumlah waiting list (orang yang menunggu mendapat donor) untuk
semua organ meningkat secara tajam. Tahun 1988 jumlah waiting list sebanyak 15.029
orang, sedangkan pada tahun 2009 sebanyak 105.567 orang. Sedangkan perbandingan
jumlah waiting list dengan jumlah donor yang terjadi sangat tidak berimbang.
Data organdonor.gov menyebutkan pada
tahun 1988 jumlah donor yang terjadi
adalah 5.901 donor (disaat waiting list 15.029), dan pada tahun 2009 donor yang
terjadi 14.630 (pada waktu yang sama, waiting list 105.567 orang). Perbandingan
tersebut sangat tidak seimbang. Dan data – data tersebut mewakili kondisi di
dunia saat ini.
Gambar 1 : grafik perbandingan donors dan waiting list
Hal ini menjadi salah satu penyebab
adanya perdagangan organ tubuh. Jumlah permintaan yang sangat besar,
dibandingkan dengan jumlah penawaran yang sangat kecil. Perbandingan penawaran
dengan permintaan hampir mencapai 1 : 8.
Hukum
suatu negara
Terdapat berbagai macam perbedaan hukum
antara suatu negara dengan negara-negara lainnya. Hal ini tentunya berpengaruh
bagi perdagangan organ tubuh manusia.
Rata – rata perdagangan tubuh manusia baik secara legal maupun ilegal
banyak terjadi di negara- negara yang tidak memiliki hukum / undang – undang
yang mencegah atau melarang penjualan organ tubuh manusia, seperti Israel,
Mozambie, Mesir, Moldova, dan Myanmar. Pada Negara – negara tersebut, terjadi
kasus penjualan organ tubuh dan banyaknya kasus pencurian organ tubuh manusia
yang sering terjadi.
Sedangkan perdagangan organ tubuh lebih banyak terjadi
di negara – negara yang mendukung, melegalkan penjualan dan pemanfaatan organ
tubuh manusia. Seperti di China dan Iran. Iran memperbolehkan warganya menjual
organ tubuhnya untuk kepentingan transplantasi. Sedangkan China, mengeluarkan
Undang – undang tahun 1984 tentang pemanfaatan mayat dan organ tubuh mayat
tahanan yang dieksekusi, hal ini yang menjadi alasan begitu banyaknya
transplantasi yang terjadi disana baik untuk warga China sendiri maupun warga
negara asing.
Faktor
ekonomi
Faktor ekonomi adalah salah satu faktor
penting yang mempengaruhi perdagangan organ tubuh. Kesulitan ekonomi menjadi
salah satu penyebab nekatnya orang – orang menjual organ tubuhnya sendiri, dan
menjadi banyaknya pelaku kriminal pencurian organ.
Penjualan organ banyak terjadi di negara
– negara miskin, berkembang dengan jumlah penduduk yang besar. Contoh nyata di
negara India, Pakistan dan Mozambie. Banyak penduduk menjual organnya (ginjal
yang paling sering) karena putus asa untuk mendapatkan uang dan membayar
hutang.
Harga sebuah organ memang sangat mahal
dan menguntungkan. Untuk sebuah ginjal di pasar gelap di jual seharga US$ 15.000, sedangkan di China, harga sebuah
ginjal bisa mencapai US$ 62.000. Harga jantung di pasar gelap mencapai US$
119.000, sedangkan jika dijual secara legal mencapai US$ 997.700, harga sebuah
hati sekitar US$ 157.000, dan dijual secara legal sekitar US$ 557.100. Mahalnya
harga sebuah organ menjadi daya tarik yang menguntungkan dan diperkuat oleh
fakta bahwa manusia dapat hidup normal dengan organ yang tidak lengkap. Orang
dapat hidup normal dengan sebuah ginjal, sepotong hati dan pankreas (sisa yang
didonorkan).
Perdagangan Organ Tubuh Manusia
Organ
dan jaringan tubuh manusia yang Diperdagangkan dan harga pasaran
Darah
Darah pada dasarnya tidak boleh
diperdagangkan. Di India per pin (568 ml) darah dihargai US$ 25, sedangkan di
AS, US$ 337. Secara legal darah diperoleh dari para pedonor yang sukarela
mendonorkan darahnya, namun ada juga yang ilegal dengan cara membayar orang
yang mau mendonorkan darahnya melalui blood
farms. Di India pada tahun 2008, banyak para tahanan dijadikan seperti sapi
perahan, dimana setiap tiga kali seminggu darah mereka disedot kemudian darah
tersebut diperjualbelikan. Ini adalah bentuk ilegal untuk mendapatkan darah.
Darah ini kemudian diperjualbelikan dan tentu saja menghasilkan pendapatan dan
keuntungan.
Rambut
Rambut yang baik untuk bahan
dalam hair-extension industry banyak berasal dari India karena biasanya rambut
dari India sangat panjang dan dirawat dengan bahan alami tanpa merusak rambut
tersebut. Setiap tahun jutaan pon rambut dihibahkan secara cuma-cuma ke sebuah
kuil di India Selatan bernama Tirumala yang dipimpin oleh Lord Venkateswara.
Rambut yang dihibahkan ini selanjutnya dijual ke Eropa atau Amerika. Kuil ini
memperoleh pendapatan per tahun dari penjualan rambut sebesar US$ 12 juta.
Harga rata-rata rambut itu sendiri berkisar US$ 308. Harga ini tentu bisa naik
berlipat-lipat di hair-extension industry dan salon-salon di Eropa dan Amerika.
Korneamata
Kornea mata merupakan organ tubuh
manusia yang relatif lebih mudah ditransplantasikan dan relatif lebih mudah
juga diangkut melewati batas-batas negara menuju negara-negara yang
membutuhkan. Di Amerika sendiri kebutuhan terhadap kornea mata sangat tinggi
dan donor sangat sedikit sehingga Amerika merupakan pengimpor kornea mata yang
cukup besar di dunia. Seorang mantan ahli bedah China bersaksi di depan Kongres
AS bahwa ia telah memanen ratusan kornea (bersama dengan ginjal dan kulit) dari
tahanan yang dieksekusi di China. Meskipun PBB telah mencoba untuk mengakhiri
perdagangan organ internasional, namun sejauh ini pasar global tetap tidak bisa
dikendalikan. Harga kornea mata implan di AS berkisar US$ 24.400.
Jantung
Pasar gelap untuk tranplantasi
jantung hampir tidak ada karena dalam melakukan transplantasi dibutuhkan
keahlian kedokteran yang sangat tinggi dan mungkin saja organ jantung yang
diperoleh belum tentu cocok dengan mereka yang membutuhkan. Di Arab Saudi
terdapat pasar gelap untuk melakukan transplantasi jantung, namun hampir tidak
ada bukti untuk menguatkan dugaan tersebut. Secara legal jantung berharga US$
997.700 yang sumbernya berasal dari donor, sementara di pasar gelap hanya
seharga US$ 119.000 dengan sumber dari para penjahat yang dihukum mati di
China. Di China pada tahun 2009 sebanyak 5.000 orang penjahat dihukum mati.
Organ tubuh penjahat ini merupakan sumber utama organ tubuh manusia yang
diperjualbelikan di pasar gelap.
Hati
Transplantasi hati bisa dilakukan dengan
menggunakan donor hidup. Metode ini lebih sulit karena tim dokter harus
memastikan kondisi si pendonor nyaman dan memastikan kondisinya 100 persen
kembali sehat. Hati pendonor diambil sebagian dan didonorkan kepada yang sakit.
Nah dengan kondisi seperti ini, tidak bisa sembarang orang menjadi donor
sehingga jumlah pendonor sangat sedikit. Di pasar gelap, hati dari para tawanan
di penjara China yang dieksekusi merupakan sumber yang penting. Di Philippina
juga bisa diperoleh dari beberapa penadah organ tubuh manusia yang membeli dari
beberapa orang melarat yang membutuhkan uang. Harga hati secara legal berkisar
US$ 557.100, sedangkan di pasar gelap hanya sekitar US$ 157.000.
Ginjal
Ginjal juga termasuk organ yang
bisa diperdagangkan. Sebuah sumber mengatakan bahwa para penghuni kawasan kumuh
di India, Pakistan dan Indonesia diiming-imingi uang agar mau menjual ginjal
mereka. Harga ginjal tentu saja tidak murah. Di India dihargai sebesar US$
15.000, di China US$ 62.000, dan di Amerika sendiri harganya mencapai US$ 262.900. Selain cara-cara ilegal, ginjal juga
dapat diperoleh dengan legal dari para pedonor hidup.
SewaRahim
Sewa rahim bukan hal baru bahkan
di Indonesia sendiri. Indonesia sendiri melarang praktik sewa rahim ini, namun
tentu tetap saja ada yang melakukannya secara diam-diam. Di Gujarat, India
terdapat sebuah klinik bernama Akanksha Infertility Clinic yang beroperasi
untuk menyewakan rahim dengan tarif hanya US$ 23.000. Masih banyak klinik-klinik
kesuburan yang bertindak sebagai penyedia jasa penyewaaan rahim ini, baik legal
maupun ilegal. Di Amerika Serikat sendiri tariff sewa rahim cukup mahal yaitu
berada di angka US$ 80 ribu sampai US$ 150 ribu.
Ligamen,Tulang
Kebanyakan organ menjadi tidak
berguna segera setelah pemiliknya meninggal. Pengecualian kunci ligamen dan
tulang. Di AS, sebuah rumah pemakaman terlibat dalam pencurian ligamen dan
tulang dan menjualnya tanpa izin. Bahkan baru-baru ini sebuah perusahaan di AS
mengaku telah mengambil ligamen dan tulang orang yang sudah meninggal sebanyak
dari 244 mayat. Secara legal ligamen dan tulang dapat diproleh melalui donor,
dan ilegal dari mayat. Harganya pun tidak murah berkisar di angka US$ 5.465.
Kulit
Jika kulit anda terbakar atau
luka yang sangat besar meninggalkan lubang di tubuh anda, dan tidak bisa
diatasi dengan menjahitnya, tak ada pilihan lain selain menutupnya dengan kulit
yang lain, yang tentunya juga berasal dari manusia. Namun tentu tidak banyak
manusia yang masih hidup mendonorkan kulitnya. Akibatnya untuk kulit ini tidak
ada pilihan lain diambil dari mayat, mungkin melalui rumah pemakaman seperti
ligamen dan tulang. Namun demikian cangkok kulit ini tidak selalu berhasil
karena mungkin saja menimbulkan infeksi bagi tubuh. Untuk 1 square inch
(0.00064516 m2) kulit harganya sekitar US$ 10.
Kerangka
Ekspor organ tubuh manusia
sejatinya dilarang sejak lama, paling tidak semenjak tahun 1985. Namun masih
banyak saja yang melakukan bisnis ini karena keuntungan yang sangat besar. Di
pasar gelap kerangka dicuri dari kuburan di India dibersihkan dengan asam,
diselundupkan ke luar negeri, dan dijual ke penadah di Kanada. Harganya juga tidak
murah berkisar antara US$ 2.993sampai
US$ 5.500. Walau ada cara legal melalui donor, namun tentu lebih banyak
lagi melalui pasar gelap di mana sumber utamanya adalah kuburan di India.
8 Negara Pelaku Kejahatan Penjualan
Organ TubuhManusia
Moldova
Moldova adalah salah satu negara yang terkenal sebagai tempat perampasan organ
tubuh. Jumlah penduduk dari Moldova hanya kurang lebih 3 juta sedangkan
pemerintah sendiri sepertinya tidak peduli dengan tindakan perampasan organ
tubuh tersebut. Sudah banyak orang yang menjadi korban pembunuhan akibat
ginjal, hati, para-paru, jantung, dan usus kecilnya diambil oleh sekelompok
orang yang tidak bertanggung jawab. Dilaporkan bahwa 10 persen perdagangan
ginjal di seluruh dunia berasal dari Moldova.
Cina
Cina adalah salah satu negara yang membolehkan perampasan organs tubuh. Pada
tahun 1984, Cina memperkenalkan sebuah hukum baru, “Undang-Undang Mengenai
Pemanfaatan Mayat dan Organ Tubuh Mayat Tahanan yang Dieksekusi”. Sejak
undang-undang ini diumumkan, banyak orang yang datang ke Cina dan memesan organ
tubuh tertentu di sana. Bahkan, para dokter di sana bisa mengatakan berapa usia
organ tubuh yang Anda pesan sebelum organ tersebut Anda terima. Beberapa
peristiwa terakhir, Cina mengeluarkan kebijakan agar rumah sakit membatasi
transplantasi terhadap orang asing dan lebih mengutamakan orang-orang Cina
sendiri.
Mesir
Mesir tidak memiliki hukum tertentu berkaitan dengan perampasan organ tubuh
manusia. Kenyataannya, ada sekitar 500 kasus transplantasi ginjal ilegal yang
dilaporkan setiap tahunnya. Fakta ini menunjukkan bahwa kasus ini sudah umum
terjadi.
Pakistan
Dengan adanya masalah kemiskinan yang meluas. Banyak orang yang kesulitan
mendapatkan uang sehingga mereka kesulitan untuk melunasi utang-utang mereka.
Aset terbesar dan satu-satunya milik mereka adalah ginjal mereka yang dihargai
hanya sekitar US3000 atau kurang lebih 25 juta. Pada tahun 1994, Pakistan
mengumumkan Undang-Undang Transplantasi Organ-Organ Tubuh. Bagaimana pun, dalam
undang-udang tersebut terdapat banyak masalah yang memungkinkan orang-orang
yang berada di luar garis keluarga menyumbangkan organ-organ mereka dan mereka
mendapatkan kompensasi untuk itu.
India
Lingkaran perdagangan organ-organ tubuh manusia di India sudah berlangsung
selama 12 tahun, termasuk skandal yang terjadi pada tahun 2004 yang lalu.
Dilaporkan bahwa Komisi Kuasa Transplantasi yang bertugas untuk mencegah
terjadinya perdagangan organ tubuh manusia telah bekerja sama dengan para
broker penjual ginjal. Mereka mengklaim bahwa mereka bisa menyelamatkan nyawa
dan akan lebih baik bagi mereka untuk bekerja sama dengan broker tersebut
daripada melawan mereka. Banyak broker, rumah sakit, dan dokter yang sudah tertangkap
di India.namun, praktek tersebut masih banyak terjadi.
Israel
Di negara ini sering terjadi perdagangan organ tubuh manusia. Sampai beberapa
bulan yang lalu, Israel masih belum memiliki undang-undang untuk mencegah
perdagangan organ tubuh manusia. Adanya lingkaran perdagangan organ tubuh
manusia telah memancing orang-orang yang putus asa untuk menjual organ tubuh
mereka di Ukraina, di mana tidak ada hukum yang berlaku di sana. Dalam beberapa
kasus, para kriminal organ telah mencuri organ-organ tubuh para pendonornya
tanpa memberikan bayaran sedikit pun kepada mereka (pendonor).
Mozambique
Mozambique, diyakini menjadi salah satu negara utama tempat penjualan organ
tubuh manusia.Organ tubuh yang paling banyak diperjualbelikan adalah ginjal.
Hukum di Afrika Selatan melarang penjualan organ tubuh manusia. Namun,
pemerintah memberikan wewenang khusus kepada direktur medis rumah sakit dan
ahli patologi. Hal ini memungkinkan mereka untuk melakukan penggantian
organ-organ tubuh manusia dari orang-orang atau tubuh yang tidak dikenal untuk
kepentingan medis.
Kosovo
Kosovo terkenal karena perdagangan organ tubuh dan kejahatan manusia. Pada
tahun 1999 setelah terjadinya perang Kosovo, ada bukti baru yang mengatakan
bahwa Tentara Pembebasan Kosovo (KLA) telah menculik sekitar 400 rakyat Kosovo,
sebagian besar berasal dari Serbia, dan mengambil organ-organ tubuh mereka
sebelum dibunuh.
Perdagangan organ tubuh menurut HAM
Dan hukum di Indonesia
Perdagangan
organ tubuh menurut HAM adalah melanggar HAM. Pada dasarnya, setiap manusia
ingin hidup normal dan lengkap begitu juga ketika orang tersebut meninggal.
Perdagangan
organ tubuh menurut PBB merupakan sebuah ancaman dan juga
kejahatan bagi kemanusiaan” Crimes against Humanity “ maka PBB kemudian
merumuskan praktek perdagangan organ Tubuh manusia yang dilakukan dengan cara
dan tujuan Illegal sebagai bagian dari Kejahatan Transnasional. Berdasarkan
rumusan yang diberikan oleh UNODC, sebagai pelaksanan dari United Nations
Convention against Transnational Organized Crime (UNTOC) dan Protocols thereto,
dijelaskan bahwa pencurian dalam praktek perdagangan Organ Tubuh Manusia
sebagai bentuk lain eksploitasi manusia yang harus diberantas,sehingga dalam
upaya pemidanaan terhadap kegiatan perdagangan Illegal organ Tubuh Manusia
perlu dilakukan terobosan terobosan hukum dan Yuridiksi terhadap segenap upaya
percobaan tindakan Perdangan organ tubuh manusia.
Sedangkan, Perdangangan Organ menurut
Hukum Di Indonesia adalah di larang, terdapat berbagai pasal mengenai perdagangan
organ tubuh manusia.
Pada
saat ini peraturan perundang – undangan yang ada adalah Peraturan Pemerintah
No. 18 tahun 1981, tentang Bedah Mayat Klinis dan Bedah Mayat Anatomis serta
Transplantasi Alat atau Jaringan Tubuh Manusia. Pokok – pokok peraturan
tersebut, adalah :
Pasal
10
Transplantasi
alat untuk jaringan tubuh manusia dilakukan dengan memperhatikan ketentuan –
ketentuan sebagai dimaksud dalam Pasal 2 Huruf a dan Huruf b, yaitu harus
dengan persetujuan tertulis penderita dan / keluarganya yang trdekat setelah
penderita meninggal dunia.
Pasal
14
Pengambilan
alat atau jaringan tubuh manusia untuk keperluan transplantasi atau bank mata
dari korban kecelakaan yang meninggal dunia, dilakukan dengan pernyataan
tertulis keluarga terdekat.
Pasal
15
Sebelum
persetujuan tentang transplantasi alat dan jaringan tubuh manusia diberikan
oleh calon donor hidup, calon donor yang bersangkutan terlebih dahulu
diberitahu oleh dokter yang merawatnya, termasuk dokter konsultan mengenai
sifat operasi, akibat – akibat dan kemungkinan – kemungkinan yang dapat
terjadi. Dokter yang merawatnya harus yakin benar bahwa calon donor yang
bersangkutan telah menyadari sepenuhnya arti dari pemberitahuan tersebut.
Pasal
16
Donor
atau keluarga donor yang meninggal dunia tidak berhak atas suatu kompensasi
material apapun sebagai imbalan transaplantasi.
Pasal
17
Dilarang
memperjual – belikan alat atau jaringan tubuh manusia.
Pasal
18
Dilarang
mengirim dan menerima alat dan jaringan tubuh manusia dalam semua bentuk dari
dan keluar negeri.
Pasal
80 ayat 3 UU No 23 Tahun 1992 menyatakan bahwa “barangsiapa dengan sengaja
melakukan perbuatan dengan tujuan komersial dalam pelaksanaan transplantasi
organ tubuh atau jaringan tubuh atau tranfusi darah dipidana dengan pidana
penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak 300 juta rupiah”
Peraturan
Pemerintah ini merupakan pelaksanaan dari UU No 9 Tahun 1960 tentang
Pokok-pokok Kesehatan yang telah dicabut, akan tetapi PP ini masih tetap
berlaku karena berdasarkan pasal 87 UU No 23 tahun 1992 tentang Kesehatan,
semua peraturan pelaksanaan dari UU No 9 Tahun 1960 masih tetap berlaku
sepanjang tidak bertentangan atau belum diganti dengan yang baru berdasarkan UU
No. 23 Tahun 1992.
Dampak
positif Perdagangan Organ Tubuh
Meski
melalui cara yang salah (jual beli organ), perdagangan organ memiliki dampak
positif walaupun lebih banyak dampak negatifnya.
-Mampu menyelamatkan nyawa orang lain
yang menderita gagal organ / kerusakan organ.
-Membuat resipien mengatasi
keterbatasannya (kornea mata, ligamen, tulang).
-Membuat penampilan resipien lebih
indah (rambut, kuping, kulit).
-Meningkatkan ekonomi suatu kelompok
(mafia perdagangan organ) dan negara.
-Mendapat imbalan materi yang banyak
dan secara instan kepada pendonor.
Dampak
Negatif Perdagangan Organ Tubuh
Dibandingkan
dengan dampak positif, perdagangan organ tubuh lebih memiliki banyak dampak
negatif.
-Melanggar hak azazi manusia (HAM).
-Perdagangan organ tubuh merupakan
human trafficking dan termasuk kejahatan transnasional oleh PBB.
-Tereksploitasinya manusia.
-Banyak terjadi di negara- negara
ketiga dan negara- negara yang sedang konflik
-Menghilangkan nyawa pendonor, hal
ini dikarenakan rata-rata rumah sakit yang memprakasai perdagangan organ,
jarang memiliki fasilitas yang memadai.
-Seringnya terjadi ketidak-cocokan
organ yang diterima resipien.
-Membuat pendonor tidak mampu hidup
normal.
-Banyaknya kasus pencurian organ
tubuh baik untuk orang yang masih hidup maupun mayat.
-Imbalan materi yang diterima
pendonor kadang tidak sesuai dan dibawah harga normal.
-Bermunculan kelompok – kelompok /
mafia pencuri organ tubuh.
Beberapa solusi yang dapat
mengurangi perdagangan serta pencurian organ tubuh manusia.
Saat ini, terdapat beberapa solusi
untuk mengurangi perdagangan dan pencurian organ tubuh manusia.
1.
Donor
Organ tubuh
Donor
organ tubuh adalah salah satu langkah mengurangi perdagangan organ. Donor organ
yang tanpa mengharap imbalan merupakan suatu perbuatan yang mulia dan mampu
membantu orang yang menderita gagal organ. Kecuali darah dan mata, hampir semua
organ mengalami kekurangan.
Dinegara
– negara maju, Negara-negara Eropa dan amerika serikat, seruan untuk
mendonorkan organ jika meninggal banyak dikampanyekan. Negara – negara tersebut
membentuk suatu lembaga Pemerintah yang menaungi urusan donor organ baik untuk
orang yang masih hidup atau sudah meninggal. Tentunya pendonor akan di check
kondisi kesehatannya dan bersedia mengisi form pernyataan persetujuan.Hasilnya,
banyak calon pendonor bermunculan. Di negara – negara Asean hal ini juga sudah
berlaku, Di Singapura, ditempuh melalui pendekatan hukum, Setiap warga Singapura diwajibkan menyumbangkan organ
tubuhnya jika meninggal. Mereka yang tak bersedia harus membuat pernyataan
tertulis. Dengan demikian, jumlah donor organ yang diperlukan menjadi banyak. Di Malaysia, didirikannya National Transplant
Resource Center pada 1997 yang secara resmi merupakan lembaga pemerintah di
bawah Kementrian Kesehatan, telah banyak
menerima dan
mendistribusi organ tubuh berupa ginjal, jantung, hati, paru-paru, pancreas,
mata, tulang, kulit dan jantung. Sedangkan di Indonesia, Langkah – langkah
tersebut belum diterapkan, dan mungkin teranjal oleh undang – undang yang tidak
memperbolehkan pengambilan organ pada mayat.
2. Ketegasan Hukum
Ketegasan dalam
perumusan dan pelaksanaan hukum oleh suatu negara, sangat mampu mengurangi
perdagangan organ. Pada negara – negara yang memiliki hukum yang tegas tentang
perdagangan organ, tindak pidana perdagangan organ sangat jarang terjadi.
ketika perdagangan organ terjadi, tindakan hukum yang berlaku juga jelas.
Contoh kasus terjadi pada negara Inggris dan singapura. Kedua negara tersebut
menerapkan hukum yang jelas melarang perdagangan organ tubuh manusia.
Sedangkan, tindak perdagangan organ masih sering terjadi di negara – negara
yang hukumnya jelas tentang perdagangan organ, namun pelaksanaannya masih minim
seperti di Indonesia. Sehingga dapat disimpulkan, hukum yang jelas dan lugas
akan mengurangi bahkan menghilangkan perdagangan organ tubuh di suatu negara.
3. Organ Buatan
Organ buatan adalah alat
buatan manusia yang diintegrasi dan ditanamkan dalam tubuh manusia untuk
menggantikan fungsi organ alami manusia. Organ ini diciptakan untuk menunjang
kehidupan pasien gagal organ ketika menunggu transplantasi organ, untuk
meningkatkan kemampuan pasien untuk mandiri, dan agar orang yang memiliki
keterbatasan dapat seperti orang normal lainnya. Saat ini telah ditemukan dan
dikembangkan berbagai macam organ buatan yang mampu menolong pasien penderita
gagal organ meskipun tidak seperti organ alami, Hal ini tentu akan mengurangi
perdagangan organ tubuh.